NEWS UPDATE

MIRIS !!! Bumdes di Kuningan 90 Persen Dinilai Gagal, Ketua AWI Desak Langkah Kolektif Pemerintah Daerah

KUNINGAN, Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Nacep Suryaman, S.H., mendesak pemerintah daerah setempat agar segera mengambil langkah kolektif terhadap sejumlah persoalan yang melilit mayoritas sejumlah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di daerah berjuluk 'Kota Kuda' itu.

Menurutnya, hal miris menyelimuti tata kelola pemberdayaan Bumdes di Kabupaten Kuningan, sehingga tidak heran saat ada pihak yang berpendapat, hampir 90 persen dari jumlah keseluruhan Bumdes dinilai 'gagal' berjalan sesuai dengan keinginan pemerintah dan ekspektasi masyarakat.

"Kami tidak membantah saat ada penilaian dari beberapa kalangan jika pengelolaan Bumdes secara umum mengalami kegagalan pengelolaan dengan prosentase yang sangat signifikan,"ucapnya, ketika dihubungi media ini, Sabtu (25/4/2026).

Disinggung Ketua DPC AWI Kuningan, jika ada asumsi publik lembaga Bumdes memetik angka sampai 90 persen dinilai gagal, hal tersebut bisa mendekati fakta, jika kemudian dilakukan kualifikasi berbagai indikator tangga kegagalan dari lembaga ini.

Maksud Nacep, secara rinci pemetaan indikasi kegagalan dapat dilihat dan dievaluasi dari beberapa sisi. Misalnya, dari total Bumdes yang terpaksa harus ludes kehilangan modalnya karena hasil akhir pengelolaan mengalami kerugian total.

Kemudian lanjutnya, ditemukan banyak Bumdes yang dikelola oleh SDM pengurus yang tidak sesuai dibidangnya. Lalu ada juga analisis kegiatan usaha Bumdes yang tidak tepat pada tahap perencanaan.

"Gagal pada tahapan itu (perencanaan-red) berpeluang secara linier memantik kegagalan saat pelaksanaan dan mendorong pelaporan pertanggungjawaban menjadi tidak karuan,"ujarnya.

Dia juga mengingatkan, langkah pengawasan dan pembinaan yang lemah pun menjadi bagian tidak terpisahkan sebagai komponen penyumbang kegagalan. Sehingga kata dia, masih banyak dijumpai progres kegiatan Bumdes di lapangan, bukan bertambah maju melainkan sebaliknya.

Sehubungan itu, pria yang getol menyuarakan kritik konstruktif bagi pemerintah tersebut memberikan pandangan, idealnya dalam menyembuhkan tingkat resiko kegagalan, maka harus dijawab dengan langkah kongkrit hari ini oleh pemerintah daerah secara kolektif.

"Kami sudah berencana menyeret DPRD Kabupaten Kuningan untuk turut peduli juga mengatasi persoalan sangat serius pada zona Bumdes ini, dengan secepatnya mengadakan agenda audiensi atau dengar pendapat dengan lembaga perwakilan rakyat ini,"ungkapnya berencana.

Pada akhir pembicaraan, Ketua AWI DPC Kuningan secara diplomatis menyatakan, tidak perlu mengkambinghitamkan siapa dan pihak mana yang sudah berkontribusi terhadap kegagalan mayoritas Bumdes di Kabupaten Kuningan.

"Paling penting saat ini adalah melangkah secara kolektif atau terintegrasi setiap komponen terkait pemerintah daerah serta berharap tumbuhnya dukungan dari masyarakat terhadap penyembuhan Bumdes,"pungkas pria pituin Sindangsuka, Luragung ini.*

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar