Modus Baru,Penipuan Berkedok layanan Jasa pembuat Barcode Pertamina,Masayarat di himbau Hati Hati
Kuningan - Kasus penipuan dengan modus jasa pembuatan barcode Pertamina kembali memakan korban. Alih-alih memberikan pelayanan resmi, seorang oknum memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan menawarkan pembuatan barcode melalui media sosial Facebook. Modus ini dilakukan dengan berpura-pura mampu membuatkan barcode yang dapat digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi.
Pelaku awalnya menghubungi calon korban melalui pesan pribadi dan menawarkan jasa pembuatan barcode dengan biaya tertentu. Kepada korban, pelaku meminta agar uang ditransfer terlebih dahulu sebagai syarat pembuatan barcode. Tidak sedikit masyarakat yang percaya karena akun pelaku terlihat aktif dan meyakinkan.
Salah satu korban berinisial FJ, warga Kuningan berusia 25 tahun, mengaku tertipu setelah mengikuti petunjuk pelaku. FJ menjelaskan bahwa dirinya menemukan tawaran layanan tersebut di Facebook dan langsung menghubungi pelaku. Setelah mentransfer sejumlah uang, FJ menerima barcode yang diklaim sudah bisa digunakan.
Namun kenyataannya, barcode tersebut tidak dapat dipakai saat dicoba di SPBU. Barcode yang diberikan oknum itu ternyata palsu dan tidak terdaftar dalam sistem resmi Pertamina.
Menurut FJ, saat ia mencoba menghubungi kembali pelaku untuk meminta pertanggungjawaban, nomor WhatsApp pelaku sudah tidak aktif.
"No saya di blokir," ungkapnya dengan nada kesal.
FJ menambahkan bahwa pelaku sempat terlihat sangat meyakinkan di awal, namun setelah uang ditransfer, komunikasi langsung terputus.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada layanan pembuatan barcode Pertamina melalui media sosial. Pihak berwenang diimbau untuk segera menindaklanjuti laporan-laporan serupa, mengingat kemungkinan korban lainnya masih banyak dan belum berani melapor.
Masyarakat juga disarankan untuk melakukan pendaftaran barcode Pertamina hanya melalui jalur resmi agar terhindar dari praktik penipuan seperti ini.


