Paguyuban Seni Kabupaten Kuningan Gelar santunan kepala Pelaku seni yang terkena Sakit
KUNINGAN – Wujud kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh para seniman dan seniwati yang tergabung dalam Paguyuban Pimpinan Seni Kabupaten Kuningan. Paguyuban tersebut memberikan santunan kepada sembilan orang tokoh pelaku seni yang saat ini tengah mengalami sakit, sebagai bentuk solidaritas dan rasa kekeluargaan antar pelaku seni.
Kegiatan santunan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 15 hingga 16 Januari 2026, dengan cara mengunjungi langsung ke masing-masing kediaman sembilan pelaku seni yang sedang sakit di wilayah Kabupaten Kuningan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati dan perhatian langsung kepada para tokoh seni yang kondisinya tidak memungkinkan untuk beraktivitas seperti biasa.
Santunan diserahkan langsung kepada para tokoh seni yang selama ini dikenal aktif berkarya dan kerap terlibat dalam berbagai kegiatan seni pertunjukan di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian atas kondisi kesehatan para pelaku seni yang kini membutuhkan dukungan dan perhatian bersama.
Ketua Paguyuban Pimpinan Seni Kabupaten Kuningan, Sule Ronita, yang lebih akrab disapa Pap Sul, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari rasa kepedulian dan kebersamaan yang telah terjalin lama di lingkungan seniman.
“Para tokoh seni ini adalah keluarga kami. Biasanya mereka selalu berada di sekitar kami saat pentas, manggung, dan berbagai kegiatan seni lainnya. Saat ini, ketika mereka sedang sakit, sudah menjadi kewajiban moral bagi kami untuk hadir dan memberikan dukungan,” ujar Pap Sul.
Ia menambahkan, santunan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, namun juga sebagai bentuk dukungan moril agar para tokoh seni tetap semangat dalam menjalani proses pemulihan.
“Kami berharap santunan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat agar mereka segera diberikan kesembuhan,” tambahnya.
Paguyuban Pimpinan Seni Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian antar sesama seniman, sekaligus melestarikan nilai-nilai kebersamaan dalam dunia seni dan budaya daerah.( MK )


